Kisah Penuh Liku dan Menegangkan!

Novel ini memikat hati pembaca dengan cerita yang begitu realistis, sehingga sangat gampang membayangkan sosok dan kepribadaian sejumlah tokoh yang muncul dalam kisahnya. —John H. McGlynn, penerjemah dan editor berkebangsaan Amerika.

Kisah Ini Mengandung Satire, Jenaka, dan Tajam!

Kisah ini mengandung satire ringan, jenaka, dan juga tajam—sesuatu yang memang telah menjadi salah satu kekuatan dari gaya bercerita dia. —Joko Pinurbo, penyair.

Dapatkan Novel Burung Terbang di Kelam Malam karya Arafat Nur!

Sebuah novel menarik berbalut intrik politik dan kisah cinta yang unik. —Anton Kurnia, penulis cerita dan editor buku sastra.

Novel Paling Romantis Tentang Sisi Gelap Politik dan Cinta

Beragam konflik yang dialami tokoh-tokohnya saling menjalin dan menjadi cerminan sebuah realitas yang lebih besar: betapa manusia akan selalu berhadapan dengan sisi gelap kemanusiaan mereka sendiri. —Ika Yuliana Kurniasih, editor Penerbit Bentang.

Berani, Genit, dan Terus Menggoda Hingga Akhir Cerita!

Novel ini seperti menelanjangi sisi-sisi gelap manusia yang tersembunyi, dan bahkan akan mengguncang jiwa. Yang pasti sangat bertolak-belakang dengan bayangan Aceh yang sebelumnya ada dalam pikiran kita semua. —Sandi Firly, penulis novel Lampau.

Rabu, 12 November 2014

Empat Lelaki yang Punya Puluhan Istri

1. Muhammad Belo Abubakar

4 Orang ini istrinya puluhan

Muhammad Belo Abubakar asal Nigeria menjadi bahan perbincangan, sebab menikahi 86 perempuan dan memiliki 170 anak. Ini poligami terbesar sepanjang sejarah.

Belo mengatakan, dia sebenarnya tidak menginginkan poligami lebih dari empat namun banyak perempuan meminta dia menikahi mereka. Kaum hawa itu kagum pada Belo, lantaran lelaki itu punya kemampuan untuk menyembuhkan penyakit.

Gara-gara jadi perbincangan, banyak orang menyarankan Belo untuk memulangkan 84 istrinya ke rumah mereka masing-masing dan menyisakan empat terpilih mendampingi dia. Kabarnya lelaki itu setuju dengan usul itu, namun juru bicara Belo, Muhammad Tahir membantah. Dia mengatakan kliennya menyayangi seluruh istrinya bahkan dia berencana menikah lagi.

Banyak istri Belo malah umurnya lebih muda dari anak pertamanya. Di antara mereka ada janda, namun tidak sedikit perawan. Dewan Islam Nigeria (NSCIA) mengecam Belo sebab beristri lebih dari diajarkan Nabi Muhammad. Dia dianggap sirik. NSCIA menyerukan umat Islam agar tidak usah mengurusi Belo dan jangan mengikuti jejaknya.

2. Ziona Chana 

4 Orang ini istrinya puluhan

Lelaki India bernama Ziona Chana tidak mengalami kerepotan dengan mempunyai 39 istri dan 94 anak. Dia malah menganggap ini anugerah dari Tuhan. Apalagi rumahnya juga diramaikan 14 menantu dan 33 cucu. Mereka hidup di rumah layaknya apartemen dengan jumlah kamar mencapai 100 di Desa Baktwang.

Chana menerapkan disiplin ala militer pada keluarganya. Sedari pagi seluruh anggota keluarga dipimpin oleh istri tertua Chana bernama Zathiangi menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, hingga mencuci. Sekali masak mereka bisa menghabiskan 30 ayam utuh, 59 kilogram kentang, dan 99,7 kilogram beras.

Chana juga tidak melarang anak lelakinya memiliki istri banyak seperti dia. Lelaki itu bahkan pernah menikahi 10 perempuan dalam setahun, dan melakukan hubungan seks dengan dua istri sekaligus. Saban hari para istrinya bergiliran mengunjungi kamar Chana untuk meminta 'jatah'.

3. Saleh Al-Sayeri

 4 Orang ini istrinya puluhan

Saleh Al-Sayeri menjadi lelaki Arab Saudi mempunyai banyak istri. Dia menikahi 58 perempuan bahkan sebagian besar nama mereka sudah lupa. Selain itu dia juga tidak ingat berapa anak dimilikinya.

Poligami dilakukannya sudah menghabiskan sekitar Rp 15,5 miliar untuk biaya mas kawin dan juga perceraian. Beberapa istri memang sudah minta talak lantaran tak kuat dimadu. Meski pikun akut Al-Sayeri ingat pertama kali menikah di usia 14 tahun. "Pernikahan tidak membosankan. Saya menikmatinya," ujar dia.

Kelakuan Al-Sayeri ini mendapat kritikan dari beberapa pegiat perempuan. Salah seorang wanita berpindah ke agama Islam bernama Mary Katty sampai bertanya, kenapa Al-Sayeri tidak mengikuti syariat Islam dengan mempunyai empat istri saja.

4. Winston Blackmore

 4 Orang ini istrinya puluhan

Lelaki asal Kanada Winston Blackmore melawan hukum di negaranya dengan menikahi 24 perempuan dan hingga kini dia mempunyai 121 anak. Saat tulisan ini dibuat pada 2010, dia tengah menunggu anak bungsunya lahir.

Meski punya ratusan anak, Blackmore tidak melupakan satu-satu nama mereka. Agar lebih mudah, setiap tahun anaknya lahir selalu diberi abjad berbeda. Anak bungsunya kali ini lahir di tahun 'J'.

Blackmore sempat ditangkap dan ditahan lantaran beristri banyak. Namun pengadilan hanya menjatuhkan hukuman percobaan dan dia diancam akan dijebloskan ke penjara jika menambah pasangan.

Meski ayahnya melakukan praktik poligami, namun anak-anak lelaki Blackmore sudah memutuskan, bahkan sejak usia mereka belia, mereka hanya ingin punya satu istri. "Punya banyak pasangan sangat merepotkan. Ayah saya terkadang bingung mau tidur di mana sebab ibu saya bermuka cemberut jika ayah tidur dengan ibu yang lain," ujar Michael, salah satu anak Blackmore.(rikiya)
  --------------------------------------------------------------

Burung Terbang di Kelam Malam


Jika kehidupan adalah sebuah perjalanan, Fais adalah seorang petualang yang berjalan sendirian di antara riuhnya dunia. Di tengah masyarakat yang mengelu-elukan sosok Tuan Beransyah, Fais memilih jalannya sendiri. Ia ingin membuktikan bahwa kandidat wali kota yang dikenal alim, dermawan, dan pandai agama itu tidak lain adalah sosok yang amat munafik.


Maka, dimulailah sebuah perjalanan dengan kejutan di setiap tikungannya. Perjalanan itu tidak saja membuat Fais menemukan kebenaran di balik politik pencitraan yang memuakkan, tetapi juga kebenaran perasaannya. Fais akhirnya sadar, pertemuan dengan perempuan-perempuan yang sempat menggetarkan hatinya justru adalah jalan yang membawanya pulang pada cinta sejatinya.

Burung Terbang di Kelam Malam mengungkap kehidupan sosial yang begitu dekat; tentang sisi gelap politik dan cinta. Hubungan cinta terlarang, perasaan tidak berdaya, takut kehilangan, dan kesedihan  yang begitu kental, tanpa kehilangan rasa humor. Sebuah kisah yang berliku, tetapi diceritakan dengan sangat lugas dan mengalir.

Diterbitkan oleh: Penerbit Bentang

(PT Bentang Pustaka)

Anggota Ikapi

Jl. Plemburan No. 1, Pogung Lor,

RT. 11, RW. 48 SIA XV, Sleman, Yogyakarta – 55284

Telp./Faks: (0274) 889248/(0274) 883753

Surel: bentang.pustaka@mizan.com

http://bentang.mizan.com

http://bentangpustaka.com

Didistribusikan oleh:

Mizan Media Utama

Jln. Cinambo (Cisaranten Wetan) No. 146,

Ujungberung, Bandung 40294

Telp.: (022) 7815500 – Faks: (022) 7834244

Surel: mizanmu@bdg.centrin.net.id

Perwakilan:

Pekanbaru Telp.: 0761-20716/Faks: 0761-29811 Medan Telp./Faks: 061-8229583 Jakarta Telp.: 021-7874455/Faks: 021-7864272 Yogyakarta Telp.:0274-889249/Faks: 0274-889250 Surabaya Telp.: 031-8281857/Faks: 031-8289318 Makassar Telp./Faks 0411-440158 Banjarmasin Telp./Faks: 0511-3252178. Banda Aceh: Pustaka Paramitha dan Alif Taufiqiyah. Lhokseumawe: TB Arun Pos. Bisa juga di Toko: Mizan Online Bookstore: www.mizan.com.

Selasa, 22 Juli 2014

Asal Usul Malam Lailatul Qadr



Sebagai seorang muslim, kita pasti sudah tidak asing akan sebuah malam yang sungguh luar biasa pahalanya di bulan Ramadhan, malam turunnya Lailatul Qadr. Malam diturunkannya kitab Al-Qur’an, dan malam yang yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Nur Karim,
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan."
(Al-Qadr [97]: 1-3).

Pernahkah sahabat menanyakan mengapa lebih baik dari 1000 bulan? Atau, mengapa 1000 bulan? Atau adakah kisah tentang 1000 bulan?

Kisah tentang 1000 bulan, berawal dari seorang Nabiyullah yang bernama Nabi Syam’un al-Ghozi as. Nabi dari kalangan Bani Israil. Beliau adalah hakim ketiga terakhir pada zaman Israel kuno.

Nabi Syam’un al-Ghozi as., memiliki beberapa nama; dalam bahasa Ibrani, disebut Šimšon; sedangkan dalam bahasa Tiberias, disebut Šhimšhôn; lalu dalam Alkitab Nasrani, disebut Samson. Sedangkan dalam bahasa Arab, beliau disebut dengan Syamsyawn atau Syam'un. Nama Syam’un sendiri artinya "yang berasal dari matahari”, sedangkan al-Ghozi, artinya “yang berasal dari Ghozi” (Ghaza, sekarang).

Sebagaimana diterangkan dalam Kitab “Muqasyafatul Qulub” karangan Syeikh Muhammad bin Muhammad Abu Hamid al Ghazali bahwa, Rasulullah saw. saat berkumpul bersama para sahabat dibulan suci Ramadhan, beliau bercerita tentang seorang Nabi bernama Syam’un al-Ghozi as.

Diriwayatkan bahwa suatu kali Nabi Muhammad saw., terlihat tesenyum sendiri, lalu ditanya oleh para sahabatnya “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah”" Beliau menjawab, “Diperlihatkan kepadaku dihari akhir, ketika seluruh manusia dikumpulkan di padang ma’syar, ada seorang Nabi yang membawa pedang dan tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Syam'un.”

Nabi Syam’un al-Ghozi as. adalah seorang pahlawan berambut panjang yang memiliki kemukjizatan dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana.
Dengan hanya bersenjatakan tulang rahang seekor unta yang di bentuk menyerupai sebuah pedang pendek yang tajam, Nabi berperang melawan bangsa yang menentang Allah SWT, dengan penuh keberanian dan selalu dapat mengalahkan mereka. Pada riwayat lainnya dikatakan bahwa senjata beliau adalah janggut seekor unta yang dengan sekali sabetan saja, tewaslah para musuhnya.

Menghadapi kesaktian Nabi Syam’un al-Ghozi as, membuat para kafirun kewalahan. Mereka mencari jalan untuk bisa menundukkannya.
Akhirnya ide licik-pun ditemukan. Mereka menawarkan hadiah berupa uang dan perhiasan yang berlimpah kepada istri Nabi, dengan syarat ia bersedia melumpuhkan suaminya. Istri Nabi yang ternyata seorang kafir, sangat tergiur oleh hadiah itu.

Maka pada suatu malam ketika Nabi Syam’un al-Ghozi as. tertidur lelap, dengan pelan-pelan istrinya mengikat tangan dan kaki suaminya. Tiba-tiba Nabi terbangun dan dengan mudahnya memutuskan tali pengikat tersebut.
Di malam lainnya, kembali istri durhaka tersebut mengikat tangan dan kaki Nabi Syam’un al-Ghozi as yang tidur, dengan rantai besi. Lagi-lagi setelah Nabi terbangun, dengan mudahnya diputuskannya rantai besi itu. Karena sayang dan cintanya kepada isterinya, akhirnya Nabi berkata, "Istriku, tak seorang pun dapat mengalahkan aku karena rahasia kekuatanku ada pada rambutku. Jika engkau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya maka ikatlah aku dengan potongan rambutku“.

Setelah mengetahui rahasia kekuatan suaminya, istri laknat ini kemudian mencari kesempatan untuk menggunting rambut suaminya. Akhirnya, di suatu malam ketika Nabi Syam’un al-Ghozi as. sedang tertidur lelap, istrinya mengguting beberapa rambut Nabi, sejumlah 8 helai rambut yang panjangnya sampai ke tanah. Lalu istri keji ini mengikat kedua tangan Nabi dengan 4 helai rambut, dan 4 lainnya diikatkan pada kedua kakinya.
Ketika Nabi terbangun, beliau tidak bisa berbuat apa-apa karena telah diikat oleh kekuatannya sendiri. Istrinya kemudian memberitahu para kafirun, lalu mereka datang dan membawa Nabi. Istri yang bejat ini mendapatkan hadiah yang banyak sebagaimana yang sudah dijanjikan.

Nabi Syam’un al-Ghozi as. lalu dibawa kehadapan raja para kafirun. Mulailah mereka memotong kedua telinga, bibir, kedua tangan dan kakinya. Tidak hanya itu, Nabi juga disiksa dengan dibutakan kedua matanya, lalu diikat pada sebuah tiang istana dan dipertontonkan kepada khalayak istana. Mereka menyiksa Nabi dengan tujuan agar beliau mati secara perlahan-lahan. Istrinya yang jahat, ikut pula menyaksikan penyiksaan tersebut tanpa rasa belaskasihan.

Begitu hebatnya siksaan tersebut, membuat Allah SWT berbicara pada Nabi Syam’un al-Ghozi as., “Hai Syam’un apa yang engkau inginkan, Aku akan menindak mereka.”
Nabi menjawab, “Ya Allah, berikanlah kekuatan kepadaku hingga aku mampu menggerakkan tiang istana ini, dan akan kuhancurkan mereka.”

Maka dengan seizin Allah, Nabi Syam’un al-Ghozi as. menggoyangkan tiang istana tersebut, dan tiang itupun rubuh menimpa raja bersama seluruh khalayak istana termasuk istrinya yang durhaka dan orang-orang yang telah menyiksanya. Mereka semua mati tertimpa reruntuhan bangunan istana dan terkubur didalamnya. Do’a Nabi Syam’un al-Ghozi as diqobulkan Allah SWT. Hanya beliau sendiri yang selamat, lalu Allah mengembalikan seluruh anggota badan yang telah terpotong dan menyembuhkan segala sakitnya.

Setelah peristiwa itu, Nabi Syam’un al-Ghozi as. bersumpah kepada Allah SWT akan menebus semua dosanya dengan berjuang menumpas semua kebatilan dan kekufuran selama 1000 bulan tanpa henti. Nabi menyibukkan diri dalam beribadah kepada Allah. Malam hari dilalui dengan memperbanyak shalat malam, sedangkan siangnya beliau berpuasa. Nabi menjalankan ibadahnya selama seribu bulan hingga ajalnya tiba, yaitu 83 tahun 4 bulan.

Setelah mendengar kisah Nabi Syam’un al-Ghozi as, para sahabat Nabi Muhammad saw menangis terharu, kata mereka, “Ya Rasullulah, tahukah baginda akan pahalanya?”
Jawab Rasulullah, “Aku tidak tahu.”

Setelah Rasulullah selesai berkisah, Allah menurunkan Malaikat Jibril as. dengan membawa surat Al-Qadr kepada Nabi Muhammad saw.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur`an) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril as. dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”
(Al-Qadr [97]: 1-5)

Wallahu a'lam bish shawab.(ist)


--------------------





Burung Terbang di Kelam Malam


Jika kehidupan adalah sebuah perjalanan, Fais adalah seorang petualang yang berjalan sendirian di antara riuhnya dunia. Di tengah masyarakat yang mengelu-elukan sosok Tuan Beransyah, Fais memilih jalannya sendiri. Ia ingin membuktikan bahwa kandidat wali kota yang dikenal alim, dermawan, dan pandai agama itu tidak lain adalah sosok yang amat munafik.


Maka, dimulailah sebuah perjalanan dengan kejutan di setiap tikungannya. Perjalanan itu tidak saja membuat Fais menemukan kebenaran di balik politik pencitraan yang memuakkan, tetapi juga kebenaran perasaannya. Fais akhirnya sadar, pertemuan dengan perempuan-perempuan yang sempat menggetarkan hatinya justru adalah jalan yang membawanya pulang pada cinta sejatinya.


Burung Terbang di Kelam Malam mengungkap kehidupan sosial yang begitu dekat; tentang sisi gelap politik dan cinta. Hubungan cinta terlarang, perasaan tidak berdaya, takut kehilangan, dan kesedihan  yang begitu kental, tanpa kehilangan rasa humor. Sebuah kisah yang berliku, tetapi diceritakan dengan sangat lugas dan mengalir.


Diterbitkan oleh: Penerbit Bentang

(PT Bentang Pustaka)

Anggota Ikapi


Jl. Plemburan No. 1, Pogung Lor,

RT. 11, RW. 48 SIA XV, Sleman, Yogyakarta – 55284

Telp./Faks: (0274) 889248/(0274) 883753

Surel: bentang.pustaka@mizan.com

http://bentang.mizan.com

http://bentangpustaka.com


Didistribusikan oleh:

Mizan Media Utama

Jln. Cinambo (Cisaranten Wetan) No. 146,

Ujungberung, Bandung 40294

Telp.: (022) 7815500 – Faks: (022) 7834244

Surel: mizanmu@bdg.centrin.net.id


Perwakilan:

Pekanbaru Telp.: 0761-20716/Faks: 0761-29811 Medan Telp./Faks:

061-8229583 Jakarta Telp.: 021-7874455/Faks: 021-7864272 Yogyakarta Telp.:0274-889249/Faks: 0274-889250 Surabaya Telp.: 031-8281857/Faks: 031-8289318

Makassar Telp./Faks 0411-440158 Banjarmasin Telp./Faks: 0511-3252178. Banda Aceh: Pustaka Paramitha dan Alif Taufiqiyah. Lhokseumawe: TB Arun Pos. Bisa juga di Toko: Mizan Online Bookstore: www.mizan.com.

Senin, 07 Juli 2014

2013 Nobel Prize in Literature Laureate Alice Munro on the Secret of a Great Story

by

“A story … has a sturdy sense of itself of being built out of its own necessity, not just to shelter or beguile you.”
The question of what makes a great story has occupied the minds of some of our most celebrated storytellers. Kurt Vonnegut had his eight tips and Barnaby Conrad his six, Ken Burns devised a formula, and John Steinbeck defied the very notion of such formulas. A good story, nonetheless, is hardly a relative notion: To use one of pop culture’s most tired yet most expressive similes, it’s like pornography — you know it when you read it. But what, then, makes a story great?
In the introduction to her 1996 anthology Selected Stories (public library), 2013 Nobel Prize in Literature laureate Alice Munro (b. 1931) adds to the collected wisdom of great writers and builds a beautiful metaphor for “the hermeneutical path taken up in the reading process”:
A story is not like a road to follow … it’s more like a house. You go inside and stay there for a while, wandering back and forth and settling where you like and discovering how the room and corridors relate to each other, how the world outside is altered by being viewed from these windows. And you, the visitor, the reader, are altered as well by being in this enclosed space, whether it is ample and easy or full of crooked turns, or sparsely or opulently furnished. You can go back again and again, and the house, the story, always contains more than you saw the last time. It also has a sturdy sense of itself of being built out of its own necessity, not just to shelter or beguile you.

In a 1994 Paris Review interview, she offers a curious counterpoint to the notion that the reading experience of a story is ever-evolving, by observing that so is its writing experience. Both challenging and affirming the notion of a story’s “sturdy sense of itself,” Munro notes that whenever she begins writing a story, she doesn’t fully know what it will be or where it will go — which is exactly as it should be:
"Any story that’s going to be any good is usually going to change."
And that, perhaps, is the gift of great literature: The invitation to continually discover and rediscover ourselves, both as readers and as writers, in the perpetually evolving experience of a good story.
Complement with Kurt Vonnegut on the shapes of stories, and see these shapes spring to life in Munro’s Selected Stories and Hateship, Friendship, Courtship, Loveship, Marriage: Stories.
For more notable wisdom on the written word, see Elmore Leonard’s 10 rules of writing, Walter Benjamin’s thirteen doctrines, H. P. Lovecraft’s advice to aspiring writers, F. Scott Fitzgerald’s letter to his daughter, Zadie Smith’s 10 rules of writing, David Ogilvy’s 10 no-bullshit tips, Henry Miller’s 11 commandments, Jack Kerouac’s 30 beliefs and techniques, John Steinbeck’s 6 pointers, and Susan Sontag’s synthesized learnings.(brainpickings.org)



Burung Terbang di Kelam Malam



Jika kehidupan adalah sebuah perjalanan, Fais adalah seorang petualang yang berjalan sendirian di antara riuhnya dunia. Di tengah masyarakat yang mengelu-elukan sosok Tuan Beransyah, Fais memilih jalannya sendiri. Ia ingin membuktikan bahwa kandidat wali kota yang dikenal alim, dermawan, dan pandai agama itu tidak lain adalah sosok yang amat munafik.


Maka, dimulailah sebuah perjalanan dengan kejutan di setiap tikungannya. Perjalanan itu tidak saja membuat Fais menemukan kebenaran di balik politik pencitraan yang memuakkan, tetapi juga kebenaran perasaannya. Fais akhirnya sadar, pertemuan dengan perempuan-perempuan yang sempat menggetarkan hatinya justru adalah jalan yang membawanya pulang pada cinta sejatinya.


Burung Terbang di Kelam Malam mengungkap kehidupan sosial yang begitu dekat; tentang sisi gelap politik dan cinta. Hubungan cinta terlarang, perasaan tidak berdaya, takut kehilangan, dan kesedihan  yang begitu kental, tanpa kehilangan rasa humor. Sebuah kisah yang berliku, tetapi diceritakan dengan sangat lugas dan mengalir.


Diterbitkan oleh: Penerbit Bentang

(PT Bentang Pustaka)

Anggota Ikapi


Jl. Plemburan No. 1, Pogung Lor,

RT. 11, RW. 48 SIA XV, Sleman, Yogyakarta – 55284

Telp./Faks: (0274) 889248/(0274) 883753

Surel: bentang.pustaka@mizan.com

http://bentang.mizan.com

http://bentangpustaka.com


Didistribusikan oleh:

Mizan Media Utama

Jln. Cinambo (Cisaranten Wetan) No. 146,

Ujungberung, Bandung 40294

Telp.: (022) 7815500 – Faks: (022) 7834244

Surel: mizanmu@bdg.centrin.net.id


Perwakilan:

Pekanbaru Telp.: 0761-20716/Faks: 0761-29811 Medan Telp./Faks:

061-8229583 Jakarta Telp.: 021-7874455/Faks: 021-7864272 Yogyakarta Telp.:

0274-889249/Faks: 0274-889250 Surabaya Telp.: 031-8281857/Faks: 031-8289318

Makassar Telp./Faks 0411-440158 Banjarmasin Telp./Faks: 0511-3252178. Banda Aceh: Pustaka Paramitha dan Alif Taufiqiyah. Lhokseumawe: TB Arun Pos. Bisa juga di Toko: Mizan Online Bookstore: www.mizan.com.