Jumat, 25 Mei 2012

Penulis Novel "Lampuki" Dicurigai Pakai Narkoba

Burung Terbang di Kelam Malam
LHOKSEUMAWE - Penulis novel Lampuki Arafat Nur dicurigai memakai narkoba. Hal itu Sungguh mengejutkan Arafat setelah dia pergi memeriksakan diri di salah satu Puskesmas di Kota Lhokseumawe.
       Kata Arafat, saat melakukan pemeriksaan dirinya sedang menghadapi masalah dengan saraf yang tegang. Bahkan, saat diperiksa, tekanan darahnya dalam kondisi normal. “Akhir-akhir ini saya mengalami sulit tidur, bahkan ketika berjam-jam kemudian saya meninggalkan pekerjaan menulis,” kata Arafat Nur saat dihubungi Atjeh Post, Jumat (25/5) di Lhokseumawe.
      Oleh perawat Arafat diminta berkata jujur, karena kasus semacam ini sering dialami oleh pecandu narkoba. Malahan si perawat terkesan tidak percaya ketika Arafat mengatakan dia tidak makai narkoba jenis apa pun.
       Menurut Arafat, konsentrasinya sekarang berpusat pada penyelesaian novel terbarunya. “Pekerjaan yang saya lakukan begitu rumit dan secara terus-menerus. Menekuni naskah setebal 200 halaman kwarto, dengan mempertimbangan banyak hal,barangkali itu yangmembuat syaraf menegang,” ucapnya.
      Dikatakan penulis muda asal Lhokseumawe ini, hal semacam itu dialaminya Bukan kali ini saja. Saat menulis novel Lampuki yang memenangkan dua penghargaan nasional bergensi ini pun, Arafat mengalami hal serupa. Namun tidak ada yang curiga, karena penyakit susah tidur ini pun banyak dialami warga lain akibat dari tekanan konflik masa itu.
      “Akhirnya, saya ikut dicurigai begitu. Tetapi saya bilang, saya tidak makai. Saya hanya perokok, itu pun tidak berat,” jelas Arafat Nur yang terakhir ini membuahkan novel terbatu Burung Terbang di Kelam Malam.[jauhari/atjehpost]