Kamis, 10 November 2011

Lampuki Raih Anugerah Tertinggi KLA

LHOKSEUMAWE (Waspada): Novel Lampuki karya Arafat Nur (wartawan Waspada) dinobatkan sebagai peraih anugerah Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2011 yang diumumkan di Atrium Plaza Senayan Jakarta, Rabu (9/11) puku 21:00 WIB.
       Lampuki bersaing ketat dengan ratusan novel penulis ternama Indonesia, dan selalu lolos ke babak 10 besar, 5 besar, dan terakhir muncul sebagai karya paling unggul dalam event paling bergengsi tingkat nasional yang hanya memilih seorang juara untum masing-masing katagori, yaitu Fiksi dan Puisi.

       Di babak lima besar, Lampuki berhadapan dengan saingan beratnya yaitu Tantri (Cok Sawitri), Hotel Prodeo (Remy Sylado), Tak Ada Santo dari Sirkus (Seno Joko Suyono), dan 86 (Okky Madasari). Namun, novel yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai penerima anugerah Dewan Kesenian (DKJ) 2011 ini memang diakui sebagai novel paling baik tahun ini dan berhak menerima hadiah Rp50 juta.
       “Saya tidak bangga hati dengan kemenangan ini. Saya lebih senang bila Lampuki dibaca banyak orang. Inilah tujuan utama saya menulis novel. Lampuki lebih banyak manfaatnya jika dibaca orang untuk perubahan pola pikir dan menemukan pencerahan, sehingga apa yang saya tuliskan selama dua tahun lebih ini tidak sia-sia,” kata Arafat Nur kepada Waspada, Kamis (10/11).
       Sebelumnya novel Lampuki ini memang menuai banyak hujatan dan pujian. Hujatan yang diterima Arafat adalah dari orang-orang yang berpikiran sempit dan anti kemajuan. Sedangkan pujian banyak datang dari kalangan akademis, kritikus, unsur ulama Aceh, dan kaum dendikiawan yang paham akan sastra, dan percaya sastra bisa mempengaruhi keadaan untuk lebih baik.
       Setelah memenangkan DKJ 2010, Lampuki banyak menguras perhatian, dan merupakan novel paling menonjol di tahun 2011, merupakan karya putra Aceh pertama yang meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus. Bahkan novel ini sudah mulai dilirik oleh penerbit asing karena dianggap mirip dengan gaya penulis-penulis hebat dunia.
       Sementara itu untuk katagori Puisi dimenangkan oleh Perempuan yang Dihapus Namanya(Avianti Armand), dan Buli-buli Lima Kaki (Nirwan Diwanti). Baru pada tahun ini hadiah untuk katagori pusis dimenangkan oleh dua orang.(cmk)