Minggu, 22 April 2012

Perempuan Aceh Harus Bangkit

LAMPUKI- ARAFAT NUR
LHOKSEUMAWE (Waspada): Sebab utama keterpurukan perempuan Aceh bukan kurangnya peran, melainkan kemunduran ini lebih disebabkan perang dan sempitnya ruang gerak.
     Kedamaian dan keluasan ruang sekarang ini memberikan peluang besar bagi perempuan Aceh untuk berbuat. Cahaya terang sudah terlihat, maka janganlah terlena lagi, tegas Aktifis Perempuan, Syarifah Rahmah di Lhokseumawe, Minggu (22/4).
       Perempuan tak akan maju bila tidak berani bersaing dan menghadapi tantangan. Katanya, tidak hanya dalam usaha bekerja, tetapi harus banyak membaca dan menganalisa, menambah wawasan dengan menonton acara-acara yang bermutu.
      Selian itu perempuan harus dapat menjadi pendidik yang baik bagi anak. Jangan  sekali-kali pernah mengatakan tidak mampu saat mendapatkan tugas dan tanggung jawab. “Kita juga harus mendukung perempuan lain yang diberikan jabatan sentris, baik sebagai bupati, walikota, camat, geuchik, kepala sekolah, dan sebagainya,” lanjut Syarifah.
     Syarifah yang juga Dosen Ilmu pendidikan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Lhokseumawe ini mengajak perempuan Aceh memelihara dan menjalin hubungan secara harmonis dengan sesama jaringan perempuan lainnya, terutama mereka yang telah berhasil.
     Menurutnya, kemajuan perempuan amat didukung oleh pendidikan yang tinggi. Tanpa pendidikan dan wawasan yang luas, mustahil sekali keberadaan perempuan di Aceh dapat berubah maju. “selain itu, perempuan Aceh juga harus berani membuktikan pada khalayak dan siap membangun negeri dengan kompetisi,” pungkasnya.(b14)